Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang: Pengertian, Tujuan, dan Contoh
Jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah proses pencatatan yang dilakukan untuk mengoreksi jumlah persediaan barang dagang yang ada di perusahaan. Hal ini dilakukan agar neraca keuangan perusahaan mencerminkan jumlah persediaan yang sebenarnya. Proses ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan akurat dan dapat dipercaya.
Tujuan dari jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah untuk menghindari kesalahan dalam pencatatan persediaan, memastikan bahwa nilai persediaan yang tercatat sesuai dengan jumlah yang sebenarnya, serta memastikan bahwa persediaan yang dimiliki perusahaan tidak melampaui batas yang ditetapkan. Dengan melakukan jurnal penyesuaian persediaan barang dagang, perusahaan dapat mengendalikan persediaan barang dagang dengan lebih baik dan mengoptimalkan penggunaan modal.
Contoh dari jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah sebagai berikut:
Pada tanggal 31 Desember 2021, persediaan barang dagang yang tercatat dalam buku besar adalah Rp 50.000.000. Namun, setelah dilakukan inventarisasi, ternyata jumlah persediaan yang sebenarnya adalah Rp 55.000.000. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyesuaian dengan mencatat selisih sebesar Rp 5.000.000 sebagai berikut:
Persediaan Barang Dagang 5.000.000
Persediaan Barang Dagang (Laba Rugi) 5.000.000
Dengan melakukan jurnal penyesuaian seperti contoh di atas, perusahaan dapat memperbaiki jumlah persediaan barang dagang yang tercatat dalam buku besar sehingga laporan keuangan menjadi lebih akurat.
Dalam melakukan jurnal penyesuaian persediaan barang dagang, perusahaan harus memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga disarankan untuk melakukan inventarisasi secara berkala guna memastikan bahwa jumlah persediaan yang tercatat dalam buku besar sesuai dengan jumlah persediaan yang sebenarnya.
Dengan demikian, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang adalah salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan keakuratan laporan keuangan serta mengoptimalkan penggunaan modal. Dengan melakukan jurnal penyesuaian secara berkala, perusahaan dapat mengendalikan persediaan barang dagang dengan lebih baik dan menghindari kerugian yang tidak perlu.
Referensi:
1. Siregar, S. (2019). Akuntansi Keuangan Menengah. Jakarta: Penerbit Erlangga.
2. Soemarso, S. R. (2020). Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.